image article
26-January-2021
JENIS RAPID TEST COVID - 19 DAN KRITERIA PRODUK YANG BAIK

Berbagai cara untuk penegakan diagnosa penyakit COVID-19, dimana PCR sebagai gold standard. Namun, saat ini diperlukan pemeriksaan yang lebih cepat tetapi tetap akurat. Saat ini, terdapat dua jenis rapid test yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus corona (SARS-CoV-2) di dalam tubuh manusia yaitu rapid test COVID-19 antigen dan rapid test COVID-19 antibodi. Kedua jenis Rapid test COVID-19 lebih sering digunakan dan menjadi pilihan alternatif utama masyarakat karena relatif lebih mudah, murah, dan tidak memerlukan analisis atau peralatan khusus yang rumit seperti PCR. Keunggulan utama dari rapid test ini adalah hasil bisa langsung diketahui dalam waktu singkat dalam hitungan menit. Namun, dari sekian banyak merk rapid test yang beredar, tentu pilihan produk harus memenuhi kriteria produk yang baik. 

Apa Saja Kriteria Rapid Test Yang Baik?

Dari beberapa sumber praktisi kesehatan berpengalaman dari lingkungan Laboratorium Rumah Sakit, Klinik, maupun pusat kesehatan rujukan lainnya,  rapid test COVID-19 diharapkan memenuhi berbagai kriteria umum, yakni:

  • Produk rapid test memiliki sertifikasi global seperti CE (Communauté Européenne atau Conformité Européenne) untuk lebih meyakinkan hasil dapat dipercaya dari produsen alat yang terstandar.
  • Produk telah memiliki ijin edar Kemenkes RI, atau setidaknya dalam proses registrasi.
  • Penjual rapid test COVID-19 sebaiknya perusahaan resmi alat kesehatan yang mempunyai ijin impor dan distribusi sehingga menambah jaminan untuk pengguna atau pembeli dalam hal keluhan terhadap produk dan layanan (jika ada).
  • Penggunaan 1 jenis larutan buffer untuk banyak tes (kaset uji) untuk mempermudah operator/pengguna di klinik agar bekerja lebih cepat dan praktis.
  • Harga terjangkau (affordable) sesuai dengan kualitas produk.

 

Sementara kriteria khusus rapid test COVID-19 yang diharapkan sebagian besar pengguna:

  • Rapid test COVID-19 antibodi :
    • Sebagian besar pengguna menginginkan indikator IgG dan IgM terpisah di kaset uji sehingga dapat ditentukannya perkiraan kapan respon tubuh bereaksi terhadap infeksi SARS-CoV-2. Juga berguna untuk memastikan jenis plasma yang digunakan dalam terapi plasma yang dipergunakan beberapa Dokter menghadapi COVID-19 dari indikator IgG.
  • Rapid test COVID-19 antigen :
    • Sebagian besar pengguna membutuhkan material swab minimal jenis nasopharyngeal untuk mengambil sample dalam kemasan yang sama sehingga praktis digunakan tanpa pembelian terpisah.

 

Apakah yang dimaksud dengan Rapid test antigen COVID-19?

Antigen merupakan suatu zat atau benda asing, misalnya racun, kuman, atau virus, yang dapat masuk ke dalam tubuh. Sebagian antigen dapat dianggap berbahaya oleh tubuh, sehingga memicu sistem imunitas untuk membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi). Reaksi ini merupakan bentuk pertahanan alami tubuh untuk mencegah terjadinya penyakit.

Pada kasus COVID-19, virus Corona (SARS-CoV-2) yang masuk ke dalam tubuh akan terdeteksi sebagai antigen oleh sistem imunitas. Antigen ini juga dapat dideteksi melalui pemeriksaan rapid test antigen.

Rapid test antigen untuk virus Corona (SARS-CoV-2) dilakukan oleh tenaga terlatih dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. Untuk memberikan hasil yang lebih akurat, pemeriksaan rapid test antigen perlu dilakukan paling lambat dalam 5 hari setelah munculnya gejala COVID-19.

 

Apakah itu Rapid test antibodi COVID-19?

Antibodi adalah respon imun tubuh yang akan terbentuk setelah terpapar antigen (virus, bakteri dan mikroorganisme lain). Kita perlu kenal 2 jenis antibodi atau jenis immunoglobulin yang muncul setelah terinfeksi virus Corona (SARS-CoV-2) yaitu imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG) sebagai respon infeksi primer dan sekunder dari benda asing yang masuk ke dalam tubuh dengan titer yang berbeda-beda seperti pada grafik dibawah ini.

 

                    

 

Secara umum, tes antibodi reaktif berarti seseorang telah berespon terhadap infeksi virus Corona SARS-CoV-2. Antibodi biasanya muncul dalam 1-3 minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh kita.

Beberapa kemungkinan variasi hasil yang bisa muncul saat pemeriksaan rapid test dengan produk atau merk apapun, yaitu:

  • Positif palsu (false positive): Jika seseorang memiliki hasil tes menunjukkan hasil positif (reaktif) yang berarti mempunyai antibodi SARS-CoV-2, tetapi tidak benar-benar memiliki antibodi spesifik tersebut.
  • Negatif palsu (false negative): Jika seseorang memiliki hasil tes negatif (non-reaktif), tetapi sesungguhnya telah memiliki antibodi spesifik.

 

Bacaan lanjutan :

 

 

Referensi:

 

 

 

 

Tags
Infectious Disease
Share
Related Articles