Infeksi dengue dapat cukup sulit dikenali hanya berdasarkan gejala. Demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, mual, dan gejala lainnya dapat menyerupai berbagai penyakit infeksi lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium dapat berperan penting dalam mendukung diagnosis dengue, terutama ketika gejala klinis yang muncul tidak spesifik.
Salah satu hal penting dalam pemeriksaan dengue adalah bahwa NS1, IgM, dan IgG dapat memberikan informasi yang berbeda mengenai infeksi. Memahami fungsi masing-masing penanda ini dapat membantu menjelaskan mengapa pemeriksaan dengan kombinasi beberapa parameter dapat menjadi pendekatan yang bermanfaat dalam mendeteksi dengue.
Memahami Tiga Parameter dalam Pemeriksaan Dengue
1. NS1: Salah Satu Penanda Awal Infeksi Dengue
NS1 atau non-structural protein 1 merupakan antigen virus dengue yang dapat terdeteksi dalam darah selama fase akut infeksi. Karena antigen NS1 dapat terdeteksi pada tahap awal penyakit, pemeriksaan NS1 dapat membantu mendukung deteksi dengue sebelum respons antibodi menjadi lebih jelas. Hal ini membuat NS1 relevan ketika pasien melakukan pemeriksaan pada tahap awal penyakit.
Namun, dengue merupakan infeksi yang dinamis dan keberadaan berbagai parameter dapat berubah seiring perkembangan penyakit. Karena itu, mengandalkan satu parameter saja belum tentu memberikan gambaran yang lengkap mengenai infeksi.
2. IgM: Menunjukkan Respons Imun terhadap Infeksi
IgM merupakan antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap infeksi. Pada infeksi dengue, IgM umumnya mulai terdeteksi ketika respons imun tubuh berkembang dan dapat menjadi lebih relevan pada pemeriksaan yang dilakukan setelah fase awal penyakit.
Waktu munculnya IgM dapat bervariasi. Selain itu, respons antibodi dapat berbeda tergantung apakah pasien sebelumnya pernah mengalami infeksi dengue atau belum. Oleh sebab itu, hasil IgM perlu diinterpretasikan bersama dengan kondisi klinis pasien dan waktu dilakukannya pemeriksaan.
3. IgG: Melengkapi Informasi dalam Pemeriksaan Dengue
IgG merupakan antibodi lain yang dapat memberikan informasi tambahan dalam evaluasi infeksi dengue. Respons IgG dapat berbeda antara infeksi dengue primer dan sekunder.
Pada seseorang yang pernah mengalami infeksi dengue sebelumnya, respons IgG dapat muncul lebih cepat ketika mengalami infeksi berikutnya. Dengue juga memiliki empat serotipe, sehingga seseorang yang pernah terinfeksi tidak selalu terlindungi dari infeksi oleh serotipe lainnya.
Dengan demikian, pemeriksaan IgG dapat memberikan informasi tambahan yang melengkapi pemeriksaan NS1 dan IgM.
Mengapa NS1, IgM, dan IgG Dikombinasikan?
Keunggulan dari ketiga parameter tersebut adalah bahwa masing-masing memberikan bagian informasi yang berbeda mengenai infeksi dengue.
NS1 dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan keberadaan virus terutama pada fase akut, sedangkan IgM dan IgG memberikan informasi mengenai respons antibodi tubuh. Karena karakteristik dan waktu munculnya masing-masing parameter dapat berbeda selama perjalanan infeksi, pemeriksaan beberapa parameter secara bersamaan dapat memberikan pendekatan yang lebih luas dalam mendeteksi dengue.
Menurut panduan laboratorium dengue dari World Health Organization (WHO), strategi pemeriksaan dengue dapat mencakup deteksi antigen NS1 bersama dengan pemeriksaan IgM dan, dalam kondisi tertentu, IgG untuk membantu mendeteksi infeksi pada berbagai tahap maupun jenis infeksi.
Bagi laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan, tersedianya beberapa parameter dengue dalam satu format pemeriksaan juga dapat memberikan pendekatan yang praktis ketika melakukan evaluasi terhadap pasien yang dicurigai mengalami dengue.
ACCU-TELL® Dengue IgG/IgM/NS1 Combo Cassette
Pendekatan inilah yang menjadi salah satu keunggulan ACCU-TELL® Dengue IgG/IgM/NS1 Combo Cassette.
Produk ini dirancang untuk mendeteksi secara kualitatif antigen dengue NS1 serta antibodi IgM dan IgG pada spesimen darah utuh (whole blood), serum, atau plasma. Dengan menggabungkan ketiga parameter tersebut dalam satu kaset tes, ACCU-TELL® memberikan pendekatan yang lebih luas untuk pemeriksaan dengue tanpa memerlukan pemeriksaan terpisah untuk masing-masing parameter.
ACCU-TELL® menggunakan metode rapid chromatographic immunoassay dan memiliki waktu pembacaan hasil 10 menit, sehingga dapat menjadi pilihan praktis bagi fasilitas yang membutuhkan pemeriksaan dengue secara cepat.
Bagi tenaga kesehatan dan laboratorium yang membutuhkan solusi pemeriksaan dengue yang praktis, kombinasi NS1, IgM, dan IgG dalam satu kaset tes dapat membantu memberikan informasi dari beberapa parameter dengue melalui satu format pemeriksaan.
Pendekatan yang Lebih Komprehensif dalam Pemeriksaan Dengue
Diagnosis dengue bukan hanya mengenai mendeteksi satu parameter. Relevansi NS1, IgM, dan IgG dapat berbeda tergantung pada tahap infeksi dan riwayat paparan dengue pada pasien.
Memahami perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan pemeriksaan dengan beberapa parameter. Dengan menggabungkan deteksi NS1, IgM, dan IgG dalam satu pemeriksaan, ACCU-TELL® Dengue IgG/IgM/NS1 Combo Cassette menawarkan pilihan praktis untuk pemeriksaan dengue dan membantu memberikan informasi dari berbagai parameter dengue melalui satu format pemeriksaan.
Referensi
- World Health Organization. Laboratory Testing for Dengue Virus: Interim Guidance. 2025.
- World Health Organization. Dengue and Severe Dengue – Fact Sheet.