Apa itu Diabetes
Pernahkah kamu merasa sangat haus atau buang air kecil lebih sering dari biasanya? Meski terlihat seperti hal biasa, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda diabetes. Namun, tahukah kamu bahwa istilah diabetes memiliki sejarah yang lebih menarik dari yang mungkin kamu bayangkan?
Air dalam Tubuh
Pada kondisi normal, tubuh dapat menyimpan air dengan cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ketika kamu minum, tubuh mengatur keseimbangan air melalui kerja ginjal dan hormon antidiuretik (ADH atau vasopresin). Hormon ini membantu ginjal menentukan seberapa banyak air yang perlu diserap kembali dan dikeluarkan melalui urine.
Pada kondisi tertentu, gangguan dalam tubuh dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan urine secara berlebihan. Fenomena inilah yang menjadi dasar penggunaan istilah diabetes, yang berasal dari bahasa Yunani kuno diabainein berarti "melewati" atau "mengalir melalui".
Sejarah Perkembangannya
Istilah diabetes pertama kali digunakan pada zaman Yunani kuno yang menggambarkan cairan yang melewati tubuh seperti air melalui sebuah sifon.
Meskipun beberapa ahli Sejarah mengatakan bahwa Demetrius dari Apameia yang pertama kali menggunakan istilah ini, Aretaeus dari Kapadokia dikenal karena memberikan deskripsi klinis yang terperinci.
Berabad-abad kemudian, Thomas Willis mendokumentasikan hasil observasinya mengenai karakteristik manis pada urine pengidap diabetes. William Cullen kemudian membantu membedakan diabetes berdasarkan karakteristik urinenya, yaitu jenis yang menghasilkan urine manis (sakarin) dan yang tidak (non-sakarin). Pada tahun 1794, Johann Peter Frank memperkenalkan istilah diabetes insipidus untuk membedakan kondisi non-gula dari diabetes melitus.
Diabetes Melitus dan Diabetes Insipidus
Dalam perkembangannya terdapat 2 kondisi medis yang menggunakan istilah diabetes. Diabetes melitus dan diabetes insipidus. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil, tetapi melalui mekanisme yang berbeda. Kesamaan gejala inilah yang menjadi salah satu alasan keduanya memiliki nama diabetes.
Apa itu Diabetes Melitus
Mellitus merupakan sebuah kata Latin yang berarti “manis seperti madu”. Secara sejarah istilah ini mengacu pada karakteristik urine pengidap kondisi diabetes yang terasa manis akibat kandungan glukosa di dalamnya. Diabetes melitus merupakan kondisi ketika tubuh mengalami gangguan dalam mengatur kadar gula darah. Hal ini terjadi karena tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup, tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, atau kombinasi keduanya.
Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat. Pada kondisi tertentu, kelebihan glukosa juga dapat dikeluarkan melalui urine.
Apa itu Diabetes Insipidus
Insipidus merupakan kata dari bahasa Latin yang berarti "tawar" atau "tanpa rasa". Secara sejarah istilah ini mengacu pada karakteristik urine pengidap kondisi diabetes yang tidak memiliki rasa manis seperti yang ditemukan pada diabetes melitus. Berbeda dengan diabetes melitus, diabetes insipidus tidak terjadi karena gangguan dalam mengatur gula darah, tetapi gangguan pada kemampuan tubuh dalam mengatur keseimbangan air. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan hormon antidiuretik (ADH atau vasopresin) dalam jumlah yang cukup, atau ketika ginjal tidak dapat merespons hormon tersebut dengan baik.
Akibatnya, ginjal tidak dapat menyerap kembali air secara optimal sehingga tubuh mengeluarkan urine dalam jumlah besar dan encer.
Mengapa Diabetes Lebih Sering Merujuk pada Diabetes Melitus?
Mengapa istilah diabetes lebih sering dikaitkan dengan diabetes melitus? Salah satu alasannya adalah karena diabetes melitus jauh lebih umum ditemukan dibandingkan diabetes insipidus. Oleh karena itu, dalam percakapan sehari-hari, istilah diabetes umumnya merujuk pada diabetes melitus.
Perbedaan Diabetes Melitus dan Diabetes Insipidus
| Aspek perbandingan | Diabetes Melitus | Diabetes Insipidus |
| Masalah Utama | Gangguan regulasi gula darah | Gangguan regulasi keseimbangan air |
| Hormon yang berperan | Insulin | Hormon antidiuretik (ADH atau vasopresin) |
| Mekanisme utama | Tubuh kekurangan insulin atau tidak dapat menggunakannya secara efektif | Tubuh kekurangan ADH atau ginjal tidak merespons ADH dengan baik |
| Kadar Gula darah | Meningkat | Umumnya normal |
| Karakteristik Urin | Dapat mengandung glukosa ketika kadar gula darah cukup tinggi | Umumnya encer karena mengandung banyak air |
| Produksi Urin | Meningkat karena kelebihan glukosa yang dikeluarkan melalui urin turut membawa air | Meningkat karena ginjal tidak dapat mempertahankan air secara optimal |
Kesimpulan
Meskipun diabetes melitus dan diabetes insipidus memiliki nama dan beberapa gejala yang sama, keduanya adalah kondisi medis yang berbeda. Diabetes melitus berkaitan dengan gangguan pengaturan kadar glukosa darah, sedangkan diabetes insipidus berkaitan dengan gangguan keseimbangan air dalam tubuh. Terminologi yang sama mencerminkan sejarah pengamatan medis, bukan mekanisme penyakit dasar yang sama.