image article
17-February-2021
SEBERAPA PENTINGKAH KUALITAS PRODUK DAN METODE SWAB DALAM PENGAMBILAN SAMPLE UNTUK PCR?

Pengambilan sampel secara swab sangat populer saat ini, khususnya dalam diagnosa COVID-19 yang menggunakan PCR. Namun sebenarnya pengambilan sampel secara swab tidak hanya untuk kasus COVID-19 saja, melainkan juga untuk berbagai jenis virus maupun mikroorganisme lain di berbagai lokasi pengambilan misalnya dari rongga mulut, rongga hidung bahkan anus.

Pengambilan sampel merupakan termasuk tahap pra-analitik laboratorium yang secara statistik dapat berkontribusi menyebabkan kesalahan pada hasil sebesar 60%. Sehingga, tahapan pra-analitik termasuk pemilihan jenis swab dan metode pengambilan sampel oleh tenaga kesehatan terlatih haruslah memenuhi kriteria yang telah distandarkan lembaga kesehatan yang berwenang. Termasuk ketika dalam tahapan ini yang memerlukan keahlian tenaga kesehatan untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi dari sampel swab. Setelah pengambilan sampel secara swab, maka sampel akan diletakkan pada viral transport media (VTM).

VTM ini adalah media kedua penting lain setelah material swab dalam menjaga kestabilan sampel dan menghindari terjadinya kontaminasi. Berdasarkan rekomendasi dari CDC, komposisi VTM disarankan mengandung media isolasi virus (Hanks Balanced Salt Solution (HBSS) atau fetal bovine serum (FBS)), antibiotik, serta antifungi, dimana ketiganya berperan menjaga kestabilan virus serta mencegah kontaminasi virus dengan mikroorganisme lain seperti bakteri dan fungi. Salah satu merk produk yang sesuai dengan rekomendasi diatas adalah ENCODE® Multipurpose Viral Sampling System.

 

 

ENCODE® Multipurpose Viral Sampling System

encode 1        encode 2

 

ENCODE® Multipurpose Viral Sampling System merupakan produk multifungsi karena dapat digunakan untuk isolasi berbagai jenis mikroorganisme seperti virus, klamidia, mikoplasma, dan ureaplasma.

ENCODE® Multipurpose Sampling System terdiri dari tabung VTM yang tersedia dalam tabung 10 ml dan 5 ml,  yang berisi cairan media isolasi jenis inactivated dan non-inactivated, yang diperlengkapi swab nasofaring dan swab orofaring.Setiap boks ENCODE® Multipurpose Viral Sampling System berisi:

  • 50 tabung VTM (sesuai pilihan ukuran yang diinginkan),
  • 50 swab nasofaring,
  • 50 swab

 

Apa saja Fitur dan Manfaat dari ENCODE® Multipurpose Viral Sampling System?

 

Fitur

  • Ukuran tabung VTM adalah 5 mL dan 10 mL
  • Untuk jenis VTM non-inactivated Mengandung larutan Hanks dan BSA sesuai rekomendasi WHO
  • Setiap jenis VTM dilengkapi dengan 2 jenis swab (orofaring dan nasofaring)
  • Untuk jenis VTM non-inactivated mengandung antibiotik dan antimikotik sesuai rekomendasi WHO
  • Produk dapat digunakan untuk mengisolasi berbagai jenis virus
  • Untuk jenis VTM non-inactivated ukuran 10 mL dan 2 jenis swab telah memiliki sertifikasi CE dan memiliki izin AKL 10302120566

 

Manfaat

  • Ukuran tabung VTM terdapat 2  pilihan , dimana ukuran 10 mL lebih banyak dibutuhkan dalam sampling untuk virus COVID-19, Influenza, Flu Burung, HFM, Leprosy dan sebagainya
  • Menjaga aktivitas virus dalam berbagai rentang temperatur, mengurangi kemungkinan dekomposisi virus, dan meningkatkan kemungkinan isolasi virus lebih spesifik
  • Memberikan kebebasan bagi tenaga kesehatan dan laboratorium untuk memilih lokasi  pengambilan sampel, dan menyesuaikan kebutuhan di lapangan
  • Menghambat pertumbuhan bakteri dan yeast sebagai kontaminan sehingga menjaga kestabilan penyimpanan virus
  • Multifungsi bagi laboratorium tidak hanya berhubungan dengan pandemi COVID-19
  • Kualitas terjamin sesuai rekomendasi global dan resmi berizin impor dan distribusi sesuai regulasi kesehatan yang telah ditetapkan Kemenkes RI.  

Diharapkan produk ENCODE® Multipurpose Viral Sampling System dapat menjadi solusi bagi laboratorium yang sangat memperhatikan kualitas hasil sampling , terutama dalam kondisi pandemi COVID-19 yang memerlukan akurasi dan presisi dengan meminimalisir kesalah pra-analitik sesuai dengan standar alat kesehatan yang berlaku dan direkomendasikan para ahli.

 

Referensi

 

Tags
Infectious Disease
Infectious
Share
Related Articles