image article
27-February-2020
Demam Tifoid

Salmonella typhi (S. typhi) adalah salah satu bakteri Gram Negatif yang merupakan kuman pathogen penyebab demam tifoid, yaitu suatu penyakit infeksi sistemik dengan gambaran demam yang berlangsung lama, adanya bacteremia disertai inflamasi yang dapat merusak usus dan organ-organ hati. Demam tifoid merupakan penyakit menular yang tersebar di seluruh dunia, dan sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan terbesar di Negara sedang berkembang dan tropis seperti Asia Tenggara, Afrika dan Amerika Latin (Yatnita, 2011).

Penyebaran penyakit ini terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada iklim, hal ini disebabkan karena persediaan air bersih, sanitasi lingkungan dan kebersihan individu yang masih kurang baik, oleh karena itu pencegahan penyakit demam tifoid mencakup sanitasi dasar dan kebersihan pribadi, yang meliputi pengolahan air bersih, penyaluran air dan pengendalian limbah, penyediaan fasilitas cuci tangan, pembangunan dan pemakaian WC, merebus air untuk keperluan minum dan pengawasan terhadap penyedia makanan (Yatnita, 2011).

Penyakit ini terjadi saat kuman menembus mukosa epitel usus, berkembang biak di lamina propina kemudian masuk ke dalam kelenjar getah bening mesenterium. Setelah itu memasuki peredaran darah sehingga terjadi bacteremia pertama yang asimomatis, lalu kuman masuk ke organ-organ terutama hepar dan sumsum tulang yang dilanjutkan dengan pelepasan kuman dan endotoksin ke peredaran darah sehingga menyebabkan bakteremia kedua. Kuman yang berada di hepar akan masuk kembali ke dalam usus kecil, sehingga terjadi infeksi seperti semula dan sebagian kuman dikeluarkan bersama tinja (Yatnita, 2011).

Demam tifoid menyebabkan penderitanya mengalami gejala-gejala berikut: diare/ konstipasi, mual, muntah, sakit perut, demam, nafsu makan berkurang, sakit kepala, dan lemas. Penyakit ini dapat menular dari penderita satu ke penderita lainnya lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri ini. Diagnosis dapat dilakukan melalui wawancara dengan penderita, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah (Yatnita, 2011).

Salah satu pemeriksaan darah yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan uji widal. Uji Widal adalah prosedur uji serologi untuk mendeteksi bakteri Salmonella enterica yang mengakibatkan penyakit Thipoid. Uji ini akan memperlihatkan reaksi antibodi Salmonella terhadap antigen O-somatik dan H-flagellar di dalam darah (Wikipedia, 2017).

Remel™ Stained Salmonella O and H Suspensions (Widal Test) digunakan untuk mendeteksi antibody Salmonella dalam serum secara kualitatif untuk tujuan diagnostik dan epidemiologis, terutama untuk pemeriksaan pada infeksi enterik dan pireksia. Suspensi ini cocok digunakan untuk rapid slide test dan tes Widal standar. Suspensi ini juga dapat digunakan sebagai control antigen untuk identifikasi serologi dari isolasi bakteri. Keunggulan dari Remel™ Stained Salmonella O and H Suspensions (Widal Test) adalah dapat mengidentifikasi sebagian besar jenis Salmonella, menunjukkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya, metode sederhana dan mudah untuk digunakan (www.thermofisher.com).

Tags
Share