image article
200019/ART/ARN/V/2022 31 May 2022
HARI ANTI-TEMBAKAU SEDUNIA, BERHENTI ATAU MATI.
Kebiasaan merokok tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa tetapi juga merajalela di kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi merokok pada penduduk usia 10-18 tahun. Sejak 1988, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggunakan ikon eksternal “Hari Tanpa Tembakau Sedunia” untuk menyoroti efek berbahaya dari rokok dan produk tembakau lainnya pada kesehatan seseorang secara keseluruhan.
image article
200018/ART/ARN/V/2022 30 May 2022
WABAH HEPATITIS MEMATIKAN 2022
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa pada temuan kasus hepatitis akut yang menjangkit anak-anak di 12 negara di Eropa, Amerika, dan juga Asia sejak 15 April 2022. Kementerian Kesehatan Indonesia juga turut menginvestigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini. Selama masa investigasi masyarakat diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan.
image article
200017/ART/ARN/V/2022 20 May 2022
KEKUATAN DISINFEKSI UVGI DALAM MENONAKTIFKAN MIKROBA
Sinar UV dalam rentang panjang gelombang dari 200 hingga 300 nm memiliki efek desinfektan. Sinar UV akan diserap oleh DNA mikroorganisme, menghancurkan strukturnya dan menonaktifkan sel-sel hidup. Dalam hitungan detik radiasi UV-C (UVGI) membuat virus, bakteri, ragi dan jamur menjadi tidak berbahaya. Jika intensitas penyinaran cukup tinggi, disinfeksi UV adalah metode yang andal dan ramah lingkungan, karena penambahan bahan kimia tidak diperlukan.
image article
20008/ART/ARN/II/2022 24 February 2022
MENGENAL ANOSMIA PADA COVID-19
Tanda dan gejala penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) dapat muncul 2 hingga 14 hari setelah terpapar. Gejala awal COVID-19 mungkin termasuk kehilangan rasa atau penciuman, atau juga dikenal sebagai anosmia. Istilah "anosmia" mengacu pada hilangnya total indera penciuman. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan Anda untuk mendeteksi bau.
image article
20005/ART/JES/II/2021 17 February 2021
SEBERAPA PENTINGKAH KUALITAS PRODUK DAN METODE SWAB DALAM PENGAMBILAN SAMPEL UNTUK PCR?
Pengambilan sampel secara swab sangat populer saat ini, khususnya dalam diagnosa COVID-19 yang menggunakan PCR. Namun sebenarnya pengambilan sampel secara swab tidak hanya untuk kasus COVID-19 saja, melainkan juga untuk berbagai jenis virus maupun mikroorganisme lain di berbagai lokasi pengambilan misalnya dari rongga mulut, rongga hidung bahkan anus.
image article
20004/ART/JES/I/2021 29 January 2021
DUET HANDAL INDIKATOR RESPON ANTIBODI DALAM KASUS COVID-19
Virus COVID-19 baru disebut sebagai SARS-CoV-2 yang masuk ke dalam tubuh dapat terdeteksi oleh sistem imunitas tubuh dan menyebabkan sistem imun memproduksi antibodi untuk memusnahkannya. Keberadaan antibodi untuk membasmi virus COVID-19 bisa dideteksi melalui rapid test antibodi.Produk ini merupakan tes cepat immunochromatographic assay yang menggunakan kombinasi partikel berwarna berlapis antigen SARS-COV-2 untuk mendeteksi antibodi IgG dan IgM terhadap SARS-CoV-2 dalam whole blood, serum, atau plasma. Produk ini dapat mendeteksi infeksi primer dan sekunder dari SARS-CoV-2.
image article
20003/ART/JES/I/2021 28 January 2021
IDENTIFIKASI CEPAT DAN AKURAT COVID-19 DENGAN RAPID TEST ANTIGEN
Selain tes PCR, rapid test juga kerap digunakan sebagai pemeriksaan awal COVID-19. Sesuai namanya, hasil rapid test bisa langsung diketahui dalam waktu yang singkat, biasanya hanya sekitar beberapa menit atau paling lama 1 jam untuk menunggu hasil pemeriksaan keluar. Tes antigen biasanya digunakan dalam diagnosis patogen pernapasan, termasuk virus influenza.