image article
22-March-2022
HARI KESEHATAN MULUT SEDUNIA: PENGOBATAN LUKA MULUT PADA PASIEN KANKER

Jika Anda akan memulai pengobatan kanker, ketahuilah bahwa pengobatan tertentu dapat menyebabkan luka mulut (mucositis oral). Luka mulut bisa menyakitkan dan menyusahkan. Luka mulut dapat berkembang dari rasa ketidaknyamanan hingga komplikasi parah yang mungkin membuat Anda tidak dapat melanjutkan perawatan kanker Anda.

Luka mulut terkait kanker terbentuk di lapisan dalam mulut Anda atau di bibir Anda. Luka mulut tampak seperti terbakar dan bisa menyakitkan, sehingga sulit untuk makan, berbicara, menelan dan bernapas. Luka dapat muncul di salah satu jaringan lunak bibir atau mulut Anda, termasuk gusi, lidah, dan atap atau dasar mulut. Luka juga bisa meluas ke saluran (kerongkongan) yang membawa makanan ke perut Anda.

Kemoterapi dan radiasi – sendiri atau gabungan – dapat menyebabkan luka mulut. Itu karena pengobatan kanker ini dimaksudkan untuk membunuh sel-sel yang tumbuh dengan cepat, seperti sel-sel kanker. Beberapa sel sehat di tubuh Anda juga membelah dan tumbuh dengan cepat, termasuk sel-sel yang melapisi bagian dalam mulut Anda.

Sayangnya sel-sel sehat ini juga rusak oleh kemoterapi dan radiasi. Kerusakan pada sel-sel di mulut Anda membuat mulut Anda sulit untuk menyembuhkan dirinya sendiri dan untuk menangkis kuman, yang menyebabkan luka dan infeksi.

Luka mulut yang disebabkan oleh pengobatan kemoterapi biasanya berkembang beberapa hari setelah pengobatan dimulai dan hilang dalam waktu dua atau tiga minggu setelah menghentikan kemoterapi. Luka mulut biasanya mencapai puncaknya sekitar hari ketujuh setelah perawatan kemoterapi berakhir. Hanya radiasi yang ditujukan ke kepala atau leher yang menyebabkan luka mulut.

Perawatan radiasi yang menyebabkan luka mulut bergantung pada seberapa banyak radiasi yang diterima dan menerima kemoterapi pada waktu yang sama. Rasa sakit pada mulut dimulai 2-3 tiga minggu setelah memulai perawatan radiasi. Dosis radiasi yang lebih intens akan menyebabkan luka mulut berkembang lebih cepat. Luka mulut akibat radiasi dapat berlangsung empat hingga enam minggu setelah perawatan radiasi terakhir.

Kemoterapi dan radiasi dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Dengan sistem kekebalan yang terganggu, virus, bakteri, dan jamur dapat lebih mudah menginfeksi mulut, menyebabkan luka mulut atau memperburuk luka mulut. Bentuk terapi kanker yang lebih baru, seperti obat terapi bertarget atau obat yang merangsang sistem kekebalan Anda untuk melawan kanker, juga dapat menghasilkan luka mulut sebagai efek samping.

 

BAGAIMANA CARA MENGOBATI LUKA MULUT? 


Mengobati luka mulut akan meminimalkan rasa sakit sampai sel-sel pada mulut menjadi sembuh dan mulai beregenerasi setelah perawatan kanker berakhir. Segera hubungi dokter apabila melihat ada luka yang terbentuk. Dokter Anda mungkin merekomendasikan perawatan, seperti:

  1. Obat penghilang rasa sakit topikal. Obat-obatan ini dapat dioleskan langsung ke luka mulut. Mulut mungkin akan terasa mati rasa saat menggunakan obat penghilang rasa sakit, jadi berhati-hatilah saat makan atau menyikat gigi karena apabila terluka maka tidak akan bisa merasakan sakitnya, hal ini bisa saja akan menyebabkan lebih banyak luka pada mulut.
  2. Agen pelapis (coating agent). Obat-obatan ini melapisi seluruh lapisan mulut, membentuk lapisan tipis untuk melindungi luka dan meminimalkan rasa sakit yang mungkin dirasakan saat makan atau minum.

Ada salah satu contoh perawatan dari coating agent, yaitu CURATICK.

CURATICK™ Oral Wound Dressing adalah alat berupa patch yang digunakan untuk melindungi luka mulut dengan membentuk penghalang fisik pada luka. Diindikasikan untuk digunakan pada borok dan luka kecil pada mukosa mulut termasuk luka mulut dan luka akibat tergigit, kawat gigi, dan gigi palsu yang tidak pas, sehingga luka terlindungi dan proses penyembuhan lebih baik karena CURATICK™ mengandung vitamin E yang memberi nutrisi pada area luka. Rasa light mint juga akan mengurangi halitosis (bau mulut akibat luka mulut/luka).

CURATICK™ saat digunakan dan kontak dengan air liur, akan membentuk hidrogel sehingga akan mengurangi rasa sakit saat ditempelkan. Curatick dapat menempel hingga 4 jam sehingga tidak perlu sering diganti.


Patchnya juga mudah di aplikasikan, cara pemakaiannya:

  1. Bersihkan area yang akan diolesi tambalan sebelum digunakan dan bersihkan jika terdapat banyak air liur
  2. Lepaskan perekat yang menempel pada tambalan
  3. Oleskan lapisan perekat ke luka
  4. Tekan sedikit selama 5 detik sampai terjadi adhesi

Permukaan perekat mudah dilepas, tidak menimbulkan rasa sakit saat dilepaskan.

PT Isotekindo Intertama merupakan distributor resmi Produk Curatick™ Oral Wound Dressing yang resmi dan terdaftar di Kementerian Kesehatan.

 

 

Referensi:

  • Mayo Clinic. (2020). Mouth sores caused by cancer treatment: How to cope
  • Majalah Kedokteran Gigi Indonesia. (2018). Keparahan mukositis oral pada pasien kanker kepala leher akibat kemoterapi dan/ atau radioterapi.
  • NCBI. Management of Oral Mucositis in Patients with Cancer
Tag
Perawatan Luka Mulut
Bagikan
Artikel Terkait